Pusat Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (PPKASN) Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapabilitas birokrasi melalui teknologi. Hal ini diwujudkan dengan penyelenggaraan Webinar Artificial Intelligence (AI) Seri ke-2 bertajuk “Pemanfaatan AI untuk Pengolahan Aspirasi Publik dan Penyusunan Bahan Pimpinan” pada Rabu (13/5).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis Kemensetneg untuk mendorong transformasi digital dan menciptakan ASN yang adaptif terhadap perkembangan teknologi mutakhir. Webinar kali ini menghadirkan pakar AI, Muhammad Calvin Capnary, sebagai narasumber utama yang membedah potensi besar kecerdasan buatan dalam mendukung tugas-tugas pemerintahan.
Dalam paparannya, ditekankan tiga poin krusial bagi pengembangan kompetensi ASN di era digital:
Pertama, Efisiensi Kerja. Pemanfaatan AI diarahkan untuk membantu analisis isu-isu strategis secara cepat, mengolah data aspirasi publik dalam volume besar, hingga mengotomasi penyusunan draf telaah dokumen kebijakan. Hal ini diharapkan mampu memangkas waktu administratif sehingga birokrasi menjadi lebih responsif.
Kedua, Etika dan Keamanan. Meskipun teknologi AI menawarkan kemudahan, poin utama yang disoroti adalah penggunaan teknologi yang bertanggung jawab. Prinsip human-in-the-loop atau verifikasi manusia tetap menjadi hal yang mutlak guna menjaga akurasi dan validitas informasi dalam pengambilan keputusan di tingkat pimpinan.
Ketiga, Adaptabilitas. Webinar ini mendorong ASN untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga menjadi inovator yang mampu mengambil keputusan berbasis data (data-driven decision making).
Penyelenggaraan webinar ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang harmonis antara kompetensi manusia dan kecerdasan buatan. Dengan penguasaan teknologi yang tepat, PPKASN Kemensetneg optimis dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih produktif, inovatif, dan tepat sasaran guna mendukung efektivitas kerja di lingkungan lembaga kepresidenan.