Pelatihan Persiapan Purnakarya

Masa purnakarya sejatinya bukanlah akhir dari sebuah produktivitas, melainkan gerbang menuju fase kehidupan baru yang penuh peluang untuk mengejar impian dan minat yang tertunda. Memahami pentingnya kesiapan menyeluruh dalam menghadapi transisi tersebut, Pusat Pengembangan Kompetensi ASN (PPKASN) Kemensetneg menyelenggarakan Pelatihan Persiapan Purnakarya pada tanggal 18 s.d. 22 Mei 2026.

Pelatihan yang mengusung metode blended learning ini diikuti oleh 26 peserta yang merupakan pejabat dan pegawai di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara. Para peserta merepresentasikan berbagai satuan organisasi, mulai dari Sekretariat Kementerian, Sekretariat Presiden, Sekretariat Wakil Presiden, Sekretariat Militer Presiden, Sekretariat Dukungan Kabinet, Sekretariat Dewan Pertimbangan Presiden, hingga Pusat Pembinaan Analis Kerja Kerja Sama.

Rangkaian pelatihan berlangsung selama lima hari, diawali secara daring melalui platform Zoom Cloud Meeting pada 18–19 Mei 2026. Selanjutnya, metode pembelajaran diperdalam melalui interaksi tatap muka secara klasikal di Bandung dan Cibinong pada 20–22 Mei 2026. Melalui pendekatan komprehensif ini, para peserta dibekali pengetahuan penting guna mengantisipasi perubahan pola hidup, ritme kegiatan, hingga aspek psikologis dan finansial yang kerap muncul menjelang masa pensiun.

Selama pelatihan, para calon purnakarya mendapatkan pembekalan menyeluruh yang mencakup kesiapan mental dan spiritual, manajemen keuangan keluarga, pola gaya hidup sehat, hingga pengembangan jiwa kewirausahaan dan digital marketing. Selain mendapatkan materi di kelas virtual, peserta juga disajikan sesi sharing pengalaman bersama para purnakarya inspiratif guna membuka wawasan tentang aktivitas produktif pasca-abdi negara.

Kunjungan Lapangan dan Inspirasi Usaha Berkelanjutan

Guna memberikan inspirasi nyata dalam berdikari, para peserta diajak melakukan kunjungan usaha lapangan secara langsung. Salah satu lokasi yang ditinjau adalah peternakan ayam DW Farm di Bogor. Di lokasi tersebut, peserta mempelajari pembangunan ekosistem mandiri berbasis prinsip simbiosis mutualisme, yakni pengelolaan peternakan yang terintegrasi dengan kesuburan tanah dan tanaman.

Selain sektor peternakan, peserta juga melakukan kunjungan ke pelaku usaha herbal untuk melihat potensi pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Pilihan lokasi kunjungan ini dirancang secara spesifik oleh PPKASN untuk membekali pegawai dalam menjaga ketahanan pangan dan kesehatan keluarga secara mandiri dari halaman rumah sendiri di masa pensiun kelak.

Melalui penyelenggaraan pelatihan ini, PPKASN Kemensetneg berharap para peserta dapat menyongsong masa purnakarya dengan rasa percaya diri, mandiri, sehat, serta terus memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Masa pensiun tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebuah peluang emas untuk mengisi hari-hari dengan aktivitas yang jauh lebih bermakna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pusat Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara

Jalan Gaharu I. No.1, Kel. Cipete Selatan, Kec. Cilandak, Jakarta Sekatan, 12430